Spracherwerb


Spracherwerb


1. Grundbegriffe (Konsep Dasar)


Spracherwerb: proses alami, tidak disadari, terjadi saat anak memperoleh bahasa pertama (L1). Terjadi melalui paparan sehari-hari tanpa instruksi tata bahasa formal. Anak belajar dari mendengar → meniru → berbicara.

Sprachlernen: proses sadar, terencana, biasanya dalam pembelajaran formal (sekolah/kursus). Menekankan aturan tata bahasa, kosakata, dan latihan.


2. Theorien des Spracherwerbs (Teori Pemerolehan Bahasa)


Behaviorismus – Skinner: bahasa diperoleh melalui imitasi dan penguatan positif. Lemah karena tidak menjelaskan kreativitas anak.

Nativismus – Chomsky: manusia lahir dengan LAD dan Universal Grammar, sehingga anak mampu memperoleh bahasa dengan cepat meski input terbatas.

Kognitivismus – Piaget: perkembangan bahasa mengikuti perkembangan kognitif. Anak memahami konsep dulu sebelum bisa mengekspresikan dengan bahasa.

Interaktionismus – Bruner & Vygotsky: peran interaksi sosial sangat penting.

Bruner: LASS (dukungan lingkungan untuk pemerolehan bahasa).

Vygotsky: ZPD (anak belajar lebih cpat dengan bantuan orang dewasa/teman sebaya).


3. Phasen des Erstspracherwerbs (Fase Pemerolehan Bahasa Pertama)


a. Lallphase (babbling): bayi mulai menghasilkan bunyi tanpa makna.

b. Einwortphase (satu kata): anak memakai satu kata untuk berbagai makna (holophrastic speech).

c. Zweiwortphase (dua kata): mulai menggabungkan dua kata, misalnya “Mama makan”.

d. Mehrwortphase (kalimat sederhana–kompleks): kalimat lebih lengkap, penggunaan pronomina, preposisi, dan ekspresi pengalaman.


4. Faktoren, die den Spracherwerb beeinflussen (Faktor yang Mempengaruhi Pemerolehan Bahasa)


Biologis: kemampuan bawaan (LAD).

Sosial: interaksi dengan orang tua, teman, lingkungan.

emosional & motivasional: rasa percaya diri, dukungan emosional.

Mehrsprachigkeit (bilingualisme): anak dapat memperoleh dua bahasa secara paralel.


5. Zweitspracherwerb (Pemerolehan Bahasa Kedua)

Terjadi setelah L1 dikuasai; biasanya lebih terstruktur dan membutuhkan usaha.


Mengacu pada teori Krashen:

Input Hypothesis: input harus sedikit di atas kemampuan pelajar (i+1).

Affective Filter: kecemasan & emosi dapat menghambat pemerolehan L2.


6. Schluss (Penutup)


Pemerolehan bahasa dipengaruhi faktor biologis, sosial, emosional, serta kemampuan memproses lebih dari satu bahasa.

Perbedaan utama L1 dan L2: L1 alami, L2 lebih banyak dipelajari secara sadar.

Teori Behaviorisme, Nativisme, Kogni

tivisme, dan Interaktionisme saling melengkapi dalam memahami proses ini.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Fonetik dan Fonologi (Phonetik und Phonologie)

MORFOLOGI (MORPHOLOGIE)

LINGUISTIK